Program Japanese-Language Education Capacity Building Southeast Asian Teachers’ Training Collage Course in Japan (Indonesia) ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh The Japan Foundation, Japanese Language Institute, Kansai untuk para mahasiswa dan dosen bahasa Jepang di Indonesia.

Program ini berlangsung selama enam minggu (45 hari) dimulai sejak tanggal 5 Januari 2017 sampai 19 Februari 2017. Program ini diikuti oleh 16 mahasiswa dan 14 dosen dari beberapa universitas di Indonesia. Garis besar dari program ini antara lain belajar, observasi, kunjungan sekolah, interview, presentasi dan masih banyak lagi. Kegiatan program ini cukuplah padat, dalam seminggu dimulai dari hari senin hingga hari jumat berlangsung kegiatan-kegiatan inti. Sedangkan hari sabtu dan minggu, peserta mendapatkan waktu luang untuk melakukan kegiatan lain diluar kegiatan yang sudah tersusun rapih pada program ini. Selama kegiatan ini berlangsung, kami mendapat tempat tinggal di apartemen Kansai Kokusai Senta.

Kegiatan inti yang pertama adalah belajar. Belajar mengenai pemahaman tentang Jepang, pemahaman antar budaya, sejarah Jepang, dan masih banyak lagi. Disetiap pelajaran, kami diberi kesempatan untuk berpendapat mengenai tema yang sudah ditentukan. Kami dilatih untuk berpendapat dan menyimpulkan dari apa yang dibahas dalam setiap pelajaran dengan menggunakan bahasa Jepang. Selain menambah pengetahuan mengenai materi yang disampaikan, kami juga dapat menyampaikan pendapat, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Jepang.

Selain belajar mengenai sejarah dan budaya Jepang. Kami juga mendapatkan pelajaran yang sangat menarik, yaitu pelajaran tentang wakamono kotoba (若者ことば) dan kansaiben (関西弁). Selain kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai bahasa Jepang yang “lain”, kami juga mendapatkan teman-teman baru yaitu mahasiswa Jepang dari berbagai macam universitas yang ada di Jepang.

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan observasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan tidak akan terlupakan. Kegiatan ini adalah kegiatan observasi (menjelajah) kota Osaka, Kyoto dan Nara. Kegiatan ini merupakan kegiatan diluar tempat kami tinggal dan kami benar-benar dilepas (mandiri), mulai dari berangkat dari tempat tinggal hingga ke lokasi tujuan dan kembali lagi ke tempat tinggal kami. Pada kegiatan ini, dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok dibedakan menjadi kelompok mahasiswa serta kelompok dosen dan setiap kelompok mahasiswa terdiri dari 3-4 mahasiswa.

Observasi pertama yaitu di kota Osaka (大阪フィールドワーク). Setiap mahasiswa mendapatkan kartu Osaka Amazing Pass (1 Day Pass) yang sangat membantu dalam perjalanan selama observasi. Kegiatan ini dimulai dari menyusun rencana perjalanan menuju ke lokasi dengan menggunakan kereta listrik (電車), sampai kembali ke tempat tinggal dengan batas waktu jam makan malam (jam 20.00 waktu Jepang). Kegiatan ini mewajibkan setiap kelompok untuk menyelesaikan tugas inti yaitu mengunjungi dan mengobservasi 大阪城 (kastil Osaka) dan mencatat bahasa Jepang yang belum pernah didengar atau dipelajari sebelumnya di universitas. Setelah mengunjungi kastil Osaka, setiap kelompok diperbolehkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang lain yang ada di wilayah Osaka dengan gratis menggunakan kartu Osaka Amazing Pass (1 Day Pass).

 Observasi kedua yaitu di kota Kyoto (京都研修). Berbeda dengan observasi sebelumnya di Osaka, Observasi di kota Kyoto ini berlangsung selama dua hari (menginap). Selama observasi kami mendapatkan pengalaman baru yaitu menginap di penginapan khas Jepang (旅館). Hari pertama dimulai berangkat dari Kansai Kokusai Senta menuju ke Kyoto, dan langsung mengunjungi Kuil Emas (金閣寺). Kemudian kami menuju penginapan yang terletak di sekitar pasar Nishiki (錦市場) atau pasar tradisional Kyoto.

Tujuan selanjutnya yang wajib kami kunjungi adalah menuju Museum Kanji.

 

Mendengar nama museum tersebut, awalnya kami tidak percaya bahwa hal yang paling sulit dalam mempelajari bahasa Jepang (kanji) mempunyai museum. Ketika memasuki museum kanji, “わああ、すごい” itulah kalimat yang kami ucapkan pertama kali. Di dalam museum itu, terdapat kanji tahunan atau kanji yang setiap satu tahun sekali menjadi “simbol” pada tahun tersebut. Tahun ini yaitu tahun (2016年度)yang menjadi “simbol” adalah kanji 金 yang mempunyai makna ‘uang’ atau ‘emas’. Di museum ini, setiap kelompok mendapatkan tugas untuk menuliskan huruf kanji yang berkesan beserta alasanya. Ada banyak sekali huruf kanji yang berkesan, salah satunya adalah kanji (愛) bagi kami yang menginginkan 恋人ができたい(笑). Sungguh pengalaman yang sangat berharga bisa mengunjungi museum ini.

 

Setelah mengunjungi Museum Kanji, setiap kelompok (berbeda pada saat di Osaka) diperbolehkan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang lain yang ada di wilayah Kyoto. Akan tetapi, setiap kelompok diharuskan mengunjungi pasar Nishiki untuk melaksanakan tugas selanjutnya, yaitu mencari tahu oleh-oleh atau dagangan khas dari Kyoto. Setelah itu, kami diperbolehkan kembali ke tempat penginapan.

Observasi ketiga yaitu di kota Nara (奈良フィールドワーク). Setiap mahasiswa mendapatkan kartu “Nara 1 Day Pass” yang sangat membantu dalam perjalanan selama observasi. Kali ini setiap kelompok terdiri dari empat sampai lima dosen dan mahasiswa (campur). Kegiatan ini dimulai dari menyusun rencana perjalanan menuju ke lokasi dengan menggunakan kereta listrik (電車) dan bus, sampai kembali ke tempat tinggal dengan batas waktu jam makan malam (jam 20.00 waktu Jepang). Kegiatan ini mewajibkan setiap kelompok untuk menyelesaikan tugas inti yaitu mencari barang-barang khas kota Nara dan rekomendasi wisata di kota Nara. Observasi ini bertepatan dengan hari Valentine yaitu tangga 14 Februari 2017 dan bertepatan juga dengan Hari Ulang Tahun kota Nara. Pada hari itu, terdapat beberapa perayaan untuk memperingati hari Valentine dan HUT kota Nara. Beberapa diantaranya adalah pesta kembang api dan Illumination di taman Nara (奈良公園).  Sangat beruntung kami datang di waktu yang tepat.

Selain kegiatan observasi, ada juga kegiatan kunjungan (訪問) ke beberapa sekolah, antara lain SD, SMP dan Universitas yang berada di sekitar Kansai Kokusai Senta. Banyak sekali pengalaman berharga yang kami dapatkan melalui kegiatan ini. Kegiatan ini membuat kami mengetahui lebih dalam bagaimana sistem persekolahan, bangunan dan fasilitas yang ada di sekolah Jepang. Selain itu, kami dapat berinteraksi dengan siswa-siswa disana dan juga kami mendapat teman baru yaitu mahasiswa-mahasiswa dari Universitas Osaka.

Kegiatan terakhir yaitu kegiatan wawancara. Kegiatan ini dimulai dari pembuatan rancangan wawancara hingga presentasi di depan orang Jepang. Wawancara ini berlangsung tiga kali, pertama dengan warga sekitar Kansai Kokusai Senta, kedua dengan mahasiswa Universitas Osaka yang mempelajari bahasa Indonesia dan ketiga adalah mahasiswa yang mengikuti Genba Taiken yang diselenggarakan di Kansai Kokusai Senta. Mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok dan setiap kelompok memilih tema yang berbeda dan pastinya sangat menarik. Tema-tema tersebut antara lain Image Orang Asing (外国人のイメージ), Pertukaran Antar Budaya(異文化交流), Pernikahan Internasional (国際結婚), Cara Menghabiskan Waktu di Musim Dingin (冬の過ごし方) dan Pandangan Orang Jepang Mengenai Pernikahan (結婚について日本人の考え方).

 

Tidak hanya kegiatan-kegiatan inti saja, banyak sekali kegiatan yang kami lakukan selama mengikuti kegiatan ini, antara lain Home Visit, Bunka Taiken (wadaiko, ikebana, shodo), memperkenalkan budaya Indonesia dan masih banyak lagi. Kami mendapatkan beberapa kali kesempatan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada orang Jepang. Salah satunya adalah pada saat 歓送会 atau pesta perpisahan sebelum kami pulang ke Indonesia. Kami memperkenalkan lagu-lagu daerah dan lagu Indonesia yang dibawakan oleh dosen-dosen dan tarian-tarian daerah yang dibawakan oleh mahasiswa. Tidak hanya itu pada kesempatan tersebut kami juga menggunakan pakaiaan adat daerah masing-masing untuk dikenalkan dengan orang Jepang. Pakaian khas Jawa, Sunda, Bali, Manado, Sulawesi dan masih banyak lagi. Benar-benar momen yang tidak akan pernah kami lupakan.

Kesan kami terhadap program ini sangatlah luar biasa. Kami sangat berterima kasih kepada The Japan Foundation yang telah menyelanggarakan program ini. Karena banyak sekali manfaat yang kami dapatkan, terutama pengalaman-pengalaman baru yang sangat berharga selama mengikuti program ini.