Penguatan hardskill mahasiswa harus diimbangi dengan penguatan softskill agar mahasiswa bukan hanya saja menjadi pribadi yang cerdas dan memiliki intelektualitas yang tinggi namun juga memiliki karakter dan sikap yang baik. Dengan demikian, penguatan softskill adalah hal yang penting untuk dilakukan agar nantinya lulusan perguruan tinggi menjadi orang-orang yang diterima oleh masyarakat dan stakeholder.

Melihat pentingnya hal tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Prodi PBJ UMY) mencanangkan program Bridging Course for Softskill setiap tahun sekali dan program ini wajib diikuti oleh mahasiswa sebanyak tiga kali yaitu pada saat tingkat satu hingga tingkat tiga. Melalui kegiatan ini, aspek-aspek afektif dan psikomotorik mahasiswa Prodi PBJ UMY diharapkan semakin meningkat sehingga kecerdasan intelektual dapat diimbangi dengan kecerdasan emosional.

Penyampaian materi penguatan softskill

Bridging Course for Softskill di Prodi PBJ UMY diselenggarakan oleh mahasiswa tingkat tiga yang tergabung dalam NIKIGAKKA (Himpunan Mahasiswa Prodi PBJ UMY). Pada kali ini tema yang diusung adalah “PUZZLE Hitotsu ni Nareru”. Tema tersebut diambil dengan harapan bahwa Keluarga Besar Prodi PBJ UMY (mahasiswa, dosen, dan staf) dapat menyatu meskipun banyak memiliki perbedaan dan masalah yang kompleks.

Salah satu kegiatan dalam rangkaian acara Bridging Course yang dilaksanakan dalam ruang kelas

Penyelenggaraan Bridging Course for Softskill kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena diselenggarakan di tempat tertutup. Meski demikian, aktivitas-aktivitas yang dilakukan tidak kalah menarik. Bridging Course for Softskill kali ini dilaksanakan selama dua hari yaitu tanggal 9 dan 10 April 2018 di Gedung K.H. Ibrahim UMY. Hari pertama  aktivitas yang dilakukan di antaranya adalah permainan-permainan. Permainan yang disuguhkan pun bukan sekadar permainan yang membuat senang mahasiswa saja namun juga membangun rasa saling mengenal, kerja sama, dan kekompakan. Sedangkan hari kedua diisi dengan materi yang disampaikan penutur asli bahasa Jepang dan materi mengenai kepemimpinan dan manajemen mahasiswa. Selain itu, pada hari kedua peserta program ini membentuk kelompok untuk membuat kreativitas dan pertunjukkan yang melatih kerja sama dan kekompakan.

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang bersama Native Speaker turut berpartisipasi dalam acara

Pelaksanaan Bridging Course for Softskill di Prodi PBJ UMY memang dikelola oleh mahasiswa. Akan tetapi, dosen dan staf Prodi PBJ UMY pun terlibat terutama dalam penyajian permainan. Keterlibatan dosen dan staf tersebut diharapkan dapat lebih mendekatkan diri dengan mahasiswa sehingga dosen, staf, dan mahasiswa menjadi kesatuan yang saling bersinergi. Selain itu, dengan tema yang diusung kali ini semogsa semua elemen program studi dapat menyatu untuk membangun Prodi PBJ UMY menjadi program studi yang lebih baik.