Pada hari Sabtu, 8 Maret 2014, Program Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PBJ UMY) telah melaksanakan kuliah umum dengan tema “Bahasa rohani dalam kedaerahan” yang disampaikan oleh pemateri, prof. Mikihiro Moriyama (Nanzan University).

Kuliah umum dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Kepala Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FPB UMY) , Bapak Jati Suryanto, S.Pd., M.A. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Kepala  Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Bapak Sonda Sanjaya, S.S., M.Pd.

profesor Mikihiro Moriyama

profesor Mikihiro Moriyama

Perkuliahan dimulai dengan pemutaran slide “TEPANGAKEN” yang sedikit memperkenalkan sosok pemateri, profesor Mikihiro Moriyama. Profesor Mikihiro Moriyama adalah profesor indonesian studies di universitas Nanzan, Jepang. Bidang keahlian beliau adalah “budaya cetak” khususnya dalam ranah bahasa Sunda sejak jaman kolonial Belanda. Selama sepuluh tahun terakhir ini beliau menggeluti bidang politik bahasa dan bersama Dr.George Quinn telah menelurkan sebuah buku berjudul “Words in Motion”. Selain buku tersebut, profesor Mikihiro juga telah menerbitkan puluhan karya tulisnya baik dalam bentuk buku maupun artikel. Buku terbaru yang beliau rilis adalah “Semangat baru”.

Setelah sesi perkenalan yang ramah oleh beliau, perkuliahan memasuki sesi pembahasan materi mengenai bahasa daerah dan kedudukannya. Fenomena kebahasaan mengenai pergeseran bahasa daerah dan penggunaannya sebagai bahasa rohani menjadi topik utama kuliah ini. Beliau menyampaikan betapa pentingnya kedudukan bahasa daerah sebagai identitas atau jati diri suatu etnis. Sepanjang perkuliahan beliau menggunakan bahasa Indonesia diselingi bahasa Sunda dan Jawa sehingga kuliah umum berjalan sangat interaktif dan audiens pun nampak antusias dalam menyimak materi yang disampaikan.

Suasana kuliah umum “Bahasa Rohani dalam Kedaerahan”

Setelah sesi materi selesai, acara dilanjutkan ke dalam sesi tanya-jawab yang disambut antusias oleh mahasiswa PBJ UMY maupun kepala dekan FPB UMY. Kepala Dekan FPB UMY, Bapak Jati Suryanto S.Pd., M.A dalam komentarnya memperkenalkan situasi aktual pelestarian bahasa Jawa di tataran Jawa pada saat ini. Kemudian beberapa pertanyaan bergulir dari mahasiswa PBJ UMY mengenai asal-usul ketertarikan profesor Mikihiro dalam bidang Indonesian Studies khususnya pada wilayah berbahasa Sunda serta kebanggaan beliau terhadap negaranya maupun Indonesia. Di sini beliau memberikan sebuah jawaban yang dapat kita petik sebagai suatu pelajaran berharga, bahwa kita harus menghargai bangsa kita terlebih dahulu sebelum kemudian menghargai bangsa lain. Kita sebagai bangsa Indonesia seharusnya bangga akan keberagaman suku bangsa dan berperan aktif dalam melestarikan budaya maupun bahasa kita.

(ka) prof.Mikihiro Moriyama, (ki) Jati Suryanto, Spd., M.A

(ka) prof.Mikihiro Moriyama, (ki) Jati Suryanto, Spd., M.A

Setelah sesi tanya-jawab selesai, kuliah umum resmi ditutup dengan penyerahan cinderamata dari PBJ UMY kepada profesor Mikihiro Moriyama yang diberikan oleh kepala Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Bapak Jati Suryanto, S.Pd., M.A.