Jumat, 9 Maret 2018 lalu Prodi PBJ kembali mengadakan kuliah umum bersama Profesor dari Jepang. Pada kesempatan kali ini kuliah umum diisi oleh Prof. Atsumi Miyatani dari Aichi Prefectural University. Tema yang beliau bawakan dalam kuliah umum tersebut yaitu mengenai High Context. Dalam kuliahnya, Miyatani-sensei menerangkan bahwa bahasa Jepang merupakan bahasa dengan high context paling tinggi, sedangkan bahasa Jerman-Swiss menjadi yang paling rendah.

Banyaknya penggunaan High Context menjadi kesulitan tersendiri dalam berkomunikasi. Miyatani-sensei sempat memberikan contoh kasus mengenai kesalahpahaman diantara temannya sendiri yang merupakan orang Jepang dan memiliki suami berasal dari Jerman. Akan tetapi kasus kesalahpahaman tidak hanya terjadi karena adanya perbedaan bahasa penutur, hal seperti itu masih bisa saja terjadi meskipun kedua penutur merupakan orang Jepang. Beliau kemudian memberikan beberapa contoh ungkapan yang biasanya menimbulkan kesalahpahaman dalam bahasa Jepang. Pada akhir perkuliahan umum, beliau memberikan pertanyaan kepada seluruh mahasiswa yang hadir dalam perkuliahan mengenai kesan terhadap bahasa Jepang, hingga beliau menyimpulkan jawaban dari seluruh mahasiswa bahwa “Bahasa Jepang sangat Menarik”.

Usai kuliah umum, masih ada rangkaian acara yang dilaksanakan bersama Miyatani-sensei. Pada tanggal 13 & 14 Maret 2018, Miyatani-sensei juga mengadakan praktik belajar Bahasa Jepang dengan metode dari beliau yang melibatkan beberapa mahasiswa tingkat 3 dan beberapa dosen. Kegiatan praktik belajar ini diikuti oleh 19 orang mahasiswa dari tingkat 3. Pada kegiatan tersebut dibagi menjadi beberapa sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan melakukan percakapan dengan pasangan yang bergantian. Pada pukul 14.30 beralih menuju sesi kedua. Pada sesi kedua, seluruh mahasiswa diminta untuk membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang dan diminta untuk berdiskusi menentukan tiga alasan mengapa ingin belajar bahasa Jepang. Setelah ditentukan, salah satu perwakilan dari kelompok tersebut kemudian diminta untuk memaparkan hasil diskusi kelompoknya. Semua mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan praktik pembelajaran tersebut.