DSC_0394Dalam sambutan pembuka seminar, pada Sabtu (7/5), Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd., selaku Ketua ASPBJI Korwil Jateng-DIY menyampaikan bahwa bahasa asing dalam era globalisasi saat ini memiliki peranan penting dalam menjembatani dinamika interaksi antarbudaya. “Saat ini kita berada di era dimana perjumpaan antarbudaya termasuk ide, gagasan, pemikiran dan karya tidak lagi terbatasi oleh sekat-sekat geografis, atau dengan kata lain, saat ini suka tidak suka dan mau tidak mau telah menjadi bagian dari global village yang seyogyanya terbiasa dengan perbedaan karakter, kebiasaan, dan kebudayaan yang ada,” ujarnya.

Di sisi lain, Rektor UMY, Prof. Dr. Bambang Cipto, MA sangat mendukung dilaksanakannya seminar nasional tersebut. Sebab menurut Prof. Bambang, melalui seminar tersebut dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan komunikasi bahasa asing terutama bahasa Jepang, bagi para pembelajar bahasa Jepang.

Prof. Bambang pun mendorong agar PBJ UMY ke depannya mampu menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar lagi seperti seminar internasional dan konferensi internasional. Karena dengan demikian, menurut Prof. Bambang, PBJ yang baru berusia kurang lebih tiga ini bisa berlari kencang mengejar ketertinggalan untuk meraih program studi yang bertaraf akademik internasional.

Sementara itu, Sonda Sanjaya, S.S., M.Pd., Kaprodi PBJ UMY, melalui rilis yang diterima BHP UMY pada Selasa (10/5) menjelaskan bahwa diusungnya tema “Strategi dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Bahasa Jepang”, dalam seminar tersebut karena kemampuan berbahasa Jepang bukan semata hanya berfokus pada linguistik dan metode pembelajaran bahasa Jepang saja, melainkan kemampuan menyampaikan dan menerima pesan secara efektif pun perlu dikuasai. “Ditambah lagi, untuk menguasai bahasa Jepang, para pembelajar bahasa Jepang dituntut untuk memahami karakteristik bahasa dan budaya berbahasa Jepang, agar proses komunikasi berjalan tanpa mengalami hambatan,” jelasnya.

Yuli Wahyuni, M.Pd selaku Ketua Panitia Seminar Nasional juga menyatakan bahwa seminar tersebut tidak hanya dihadiri oleh peserta dari institusi pendidikan di dalam negeri saja, namun juga dihadiri oleh Naomi Hatta selaku perwakilan dari The Japan Foundation, yang sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker. Selain itu, institusi pendidikan dalam negeri seperti UMY, Universitas Bina Nusantara, Universitas Bung Hatta, Uneversitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Negeri Surakarta (UNESA), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dan UGM juga turut menyemarakkan seminar nasional tersebut dengan mendelegasikan pemakalah pada diskusi panel.

Tak hanya itu, Yuli juga mengungkapkan bahwa diantara pemakalah dalam seminar tersebut, ada satu pemakalah yang berasal dari kalangan mahasiswa. “Uniknya pada seminar ini, satu-satunya mahasiswa yang menjadi pemakalah yakni Rezza Rahmanda Pahlevi. Mahasiswa tingkat tiga UNESA yang menyedot perhatian audiens. Selain mempresentasikan hasil penelitiannya, dalam seminar tersebut Reza juga memberikan motivasi dan semangat terutama kepada para mahasiswa PBJ UMY, agar mau dan mampu memberikan kontribusi pada dunia pendidikan bahasa Jepang melalui penelitian,” tutupnya.